This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Friday, 15 November 2013
SIFAT-SIFAT INTI ATOM (FISIKA INTI)
RADIOAKTIVITAS
A. Mekanisme Peluruhan
1. Peluruhan Alpha



Sinar alfa merupakan radiasi partikel bermuatan positif. Partikel ini merupakan intiatom helium yang terdiri atas 2 proton dan 2 neutron.
Sifat-sifat sinar alfa adalah:
1. memiliki daya tembus kecil (daya jangkau 2,8 – 8,5 cm dalam udara)
2.
2. Peluruhan Beta

Sinar beta merupakan radiasi partikel bermuatan negatif yang identik dengan elektron. Sinar beta ini bermuatan negatif dan bermassa sangat kecil, yaitu 5,5 x 10-4 satuan massa atom atau amu, diberi simbol beta atau e. Sifat-sifat sinar sinar beta adalah:
memiliki daya tembus yang jauh lebih besar daripada sinar alfa (dapat menembus lempeng timbel setebal 1 mm), daya ionisasinya lebih lemah dari sinar alfa,
bermuatan listrik negatif, sehingga dalam medan listrik dibelokkan ke arah kutub positif.
3. Peluruhan Gamma

Sinar gama merupakan radiasi gelombang elektromagnetik, sejenis dengan sinar X, dengan panjang gelombang pendek. Sifat-sifat sinar gama adalah:
tidak memiliki massa,
memiliki daya tembus sangat kuat (dapat menembus lempeng timbel setebal 20 cm),
daya ionisasinya paling lemah,
tidak bermuatan listrik, oleh karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik.
Radioaktivitas (peluruhan radioaktif) didefinisikan sebagai perubahan inti atom unsur yang spontan yang tidak bergantung pada umur maupun keadaan fisis dan kimia unsur. Perubahan inti atom menghasilkan pembentukan "inti atom baru" dengan mekanisme pancaran partikel alpha, beta dan gamma
A. Mekanisme Peluruhan
1. Peluruhan Alpha

Sinar alfa merupakan radiasi partikel bermuatan positif. Partikel ini merupakan intiatom helium yang terdiri atas 2 proton dan 2 neutron.
Sifat-sifat sinar alfa adalah:
1. memiliki daya tembus kecil (daya jangkau 2,8 – 8,5 cm dalam udara)
2.
Sinar Alfa Radiasi ini terdiri dari seberkas sinar partikel alfa Radiasi alfa terdiri dari partikel-partikel yang bermuatan positif dengan muatan +2 dan massa atomnya 4. Partikel ini dianggap sebagai inti helium karena mirip dengan inti atom helium (42 He).
memiliki daya tembus kecil (daya jangkau 2,8 – 8,5 cm dalam udara),dapat mengionsasi molekul yang dilaluinya. Sinar alfa ini dapat menyebabkan satu atau lebih elektron suatu molekul lepas, sehingga molekul berubah menjadi ion (ion positif dan elektron) per cm bila melewati udara,dalam medan listrik dapat dibelokkan ke arah kutub negatif.
Partikel-partikel alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.000 – 20.000 mil per detik, atau 1 – 10 persen kecepatan cahaya.
memiliki daya tembus kecil (daya jangkau 2,8 – 8,5 cm dalam udara),dapat mengionsasi molekul yang dilaluinya. Sinar alfa ini dapat menyebabkan satu atau lebih elektron suatu molekul lepas, sehingga molekul berubah menjadi ion (ion positif dan elektron) per cm bila melewati udara,dalam medan listrik dapat dibelokkan ke arah kutub negatif.
Partikel-partikel alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.000 – 20.000 mil per detik, atau 1 – 10 persen kecepatan cahaya.
2. Peluruhan Beta

Sinar beta merupakan radiasi partikel bermuatan negatif yang identik dengan elektron. Sinar beta ini bermuatan negatif dan bermassa sangat kecil, yaitu 5,5 x 10-4 satuan massa atom atau amu, diberi simbol beta atau e. Sifat-sifat sinar sinar beta adalah:
memiliki daya tembus yang jauh lebih besar daripada sinar alfa (dapat menembus lempeng timbel setebal 1 mm), daya ionisasinya lebih lemah dari sinar alfa,
bermuatan listrik negatif, sehingga dalam medan listrik dibelokkan ke arah kutub positif.
3. Peluruhan Gamma

Sinar gama merupakan radiasi gelombang elektromagnetik, sejenis dengan sinar X, dengan panjang gelombang pendek. Sifat-sifat sinar gama adalah:
tidak memiliki massa,
memiliki daya tembus sangat kuat (dapat menembus lempeng timbel setebal 20 cm),
daya ionisasinya paling lemah,
tidak bermuatan listrik, oleh karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik.
Thursday, 14 November 2013
Pengukuran Dan Kesalahan
Umumnya, di dalam pengukuran dibutuhkan instrumen sebagai suatu cara fisis untuk menentukan suatu besaran (kuantitas) atau variabel. Instrumen tersebut membantu peningkatan keterampilan manusia dan dalam banyak hal memungkinkan seseorang untuk menentukan nilai dari suatu besaran yang tidak diketahui. Tanpa bantuan instrumen tersebut, manusia tidak dapat menentukannya. Dengan demikian, sebuah instrumen dapat didefinisikan sebagai sebuah alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau kebesaran suatu kuantitas atau variabel.
Dalam pengukuran, digunakan sejumlah istilah yang akan didefinisikan sebagai berikut:
1. Ketelitian
Ketelitian (accuracy) merupakan harga terdekat dimana suatu pembacaan instrumen mendekati harga sebenarnya dari variabel yang diukur. Ketelitian menyatakan tingkat kesesuain atau dekatnya suatu hasil pengukuran terhadap harga sebenarnya.
2. Ketepatan
Ketepatan (precision) merupakan suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang serupa. Dengan memberikan suatu harga tertentu bagi sebuah variabel, ketepatan (presisi) merupakan suatu ukuran tingkatan yang menunjukkan perbedaan hasil pengukuran pada pengukuran-pengukuran yang dilakukan secara berurutan.
3. Sensitivitas
Sensitivitas (sensitivity) merupakan perbandingan antara sinyal keluaran atau respon instrumen terhadap perubahan masukan atau variabel yang diukur
4. Resolusi
Resolusi (resolution) merupakan perubahan terkecil dalam nilai yang diukur dimana instrumen memberikan respon (tanggapan)
5. Kesalahan
Kesalahan (error) merupakan penyimpangan variabel yang diukur dari harga (nilai) sebenarnya). Beberapa cara dapat dilakukan untuk memperkecil efek-efek kesalahan ini. Misalnya, untuk memperoleh pengukuran yang tepat, disarankan agar melakukan beberapa kali pengamatan dan bukan hanya mengandalkan satu kali pengamatan. Cara lain, disamping menggunakan instrumen-instrumen yang berbeda untuk pengukuran yang sama, adalah menguasai teknik yang baik untuk mempertinggi ketelitian.
(sumber: Cooper,Wiliam David.1978.Electronic Instrumentation And Measurement Techniques,2nd Ed)










